Legal-tech · 2017

Platform dokumen legal untuk usaha kecil hingga perusahaan global

Kebutuhan dokumen legal tidak mengenal skala: usaha kecil bingung harus mulai dari mana, sementara perusahaan besar dan global tenggelam dalam volume dan kompleksitas dokumen. Kami membangun Legalku sebagai platform dokumen legal untuk semua skala itu, dengan alur berbasis pertanyaan sederhana dan ekosistem layanan Find My Legal, LegalDoc, Legal Sign, Legal Distance, Legal Meet, dan Legal Fidusia, setara platform legal-tech besar seperti Documenta.

legalku.co.id
Tampilan website Legalku
Tampilan website Legalku, 2017.

Tantangan

Kebutuhan dokumen legal tidak mengenal skala usaha. Pemilik usaha kecil berhenti di pertanyaan paling awal: dokumen apa saja yang dibutuhkan, dan mulai dari mana. Di ujung lain, perusahaan besar dan global menghadapi masalah yang sama dalam bentuk berbeda: volume dokumen yang besar, banyak pihak dan entitas yang terlibat, dan kebutuhan yang tidak bisa menunggu antrean panjang. Di semua skala, membaca peraturan dari awal untuk menemukan kewajiban dokumen bukanlah pekerjaan yang realistis.

Akibatnya bisa ditebak: legalitas ditunda sampai ada masalah. Kontrak dibuat setelah sengketa, perizinan diurus setelah ditegur, dokumen disusun reaktif ketika tenggat sudah di depan mata. Legalku dibangun untuk memotong rantai penundaan itu di semua level, dengan menurunkan hambatan paling awal, yaitu kebingungan, dan menyediakan jalur pembuatan dokumen yang bisa mengikuti skala penggunanya, dari usaha kecil hingga perusahaan global.

Pendekatan

Platform Legalku kami rancang agar pengguna di skala apa pun tidak perlu tahu hukum untuk memulai:

  • Alur berbasis pertanyaan sederhana. Pengguna tidak disambut daftar produk, melainkan pertanyaan tentang usahanya sendiri dalam bahasa sehari-hari: bentuk dan skala usahanya apa, kegiatannya apa, apakah punya karyawan, apakah bekerja sama dengan pihak lain, termasuk lintas negara. Pertanyaan yang bisa dijawab siapa pun, karena menyangkut usaha mereka sendiri.
  • Daftar dokumen dan langkah berikutnya sebagai keluaran. Dari jawaban tersebut, platform menyusun daftar dokumen yang dibutuhkan beserta urutan pengerjaannya. Kebingungan abstrak berubah menjadi daftar kerja yang konkret: ini yang Anda butuhkan, ini yang dikerjakan dulu, ini yang menyusul.
  • Pembuatan dokumen dengan panduan langkah demi langkah. Setiap dokumen dibuat lewat LegalDoc dengan panduan yang memecah prosesnya menjadi isian dan keputusan kecil, dengan penjelasan di titik-titik yang biasanya membingungkan. Pengguna tidak berhadapan dengan formulir kosong dan contoh dokumen mentah, baik untuk satu dokumen usaha kecil maupun rangkaian dokumen perusahaan yang lebih kompleks.
  • Satu ekosistem layanan legal. Legalku bukan satu alat, melainkan rangkaian layanan yang saling terhubung: Find My Legal untuk menemukan bantuan hukum yang tepat, LegalDoc untuk pembuatan dokumennya, Legal Sign untuk tanda tangan, Legal Meet untuk pertemuan konsultasi, Legal Distance untuk bertemu notaris dan paralegal dari jarak jauh, dan Legal Fidusia untuk kebutuhan fidusia. Seluruh rangkaian urusan legal diselesaikan tanpa keluar dari platform.
  • Bahasa yang menemani, bukan mengajar. Penjelasan di seluruh platform ditulis seolah mendampingi pengguna, menghindarkan nada resmi yang membuat topik hukum terasa jauh, tanpa mengurangi ketelitian yang dituntut pengguna korporat.

Hasil

Pengguna Legalku kini memahami kewajiban dokumennya tanpa harus membaca peraturan dari awal, apa pun skala usahanya. Mereka datang tanpa tahu apa yang dibutuhkan, dan pulang dengan daftar yang jelas serta langkah yang bisa langsung dikerjakan.

Buat Legalku, spektrum layanan ini adalah pembeda utamanya: satu platform yang cukup sederhana untuk usaha yang baru mulai, dan cukup serius untuk perusahaan global, setara platform legal-tech besar seperti Documenta. Urusan dokumen berhenti menjadi beban yang ditunda, dan menjadi pekerjaan yang bisa dicicil oleh siapa pun.