Legal & Compliance · 2025

Platform legal-tech untuk dokumen dan perizinan usaha

Sistem yang menyatukan pembuatan dokumen legal, alur persetujuan, dan pemantauan perizinan dalam satu tempat.

documenta.id
Tampilan website Documenta
Tampilan website Documenta, 2025.

Tantangan

Documenta melayani kebutuhan legal dan perizinan usaha yang spektrumnya sangat lebar: pendirian perusahaan, perizinan OSS, sertifikasi, HAKI, perjanjian, sampai pendampingan hukum. Kliennya juga tidak hanya dari Indonesia. Investor dan perusahaan asing yang masuk ke Indonesia, terutama dari Jepang, Korea, dan Tiongkok, membutuhkan informasi legal yang bisa mereka baca dalam bahasa mereka sendiri.

Di dalam, pekerjaan Documenta ditopang banyak aplikasi terpisah: pengelolaan dokumen, tanda tangan, data regulasi, pengelolaan proyek tim, dan layanan untuk klien. Setiap aplikasi berjalan sendiri-sendiri, dokumen pemerintahan dan regulasi yang jumlahnya ribuan sulit dicari saat dibutuhkan, dan koordinasi tim mengandalkan cara manual. Documenta tidak butuh satu website lagi. Mereka butuh satu platform yang menyatukan semuanya, dan bisa dibaca dunia.

Pendekatan

Pekerjaan ini kami bagi menjadi lima arus besar yang saling terhubung:

  • Platform 7 bahasa. Seluruh situs kami bangun dalam tujuh bahasa: Indonesia, Inggris, Jepang, Korea, dan Mandarin dalam tiga varian (Tiongkok, Taiwan, Singapura). Bukan sekadar mengganti teks, struktur kontennya dirancang agar 1.600 halaman lebih per bahasa, dari katalog layanan sampai ribuan artikel blog, tetap konsisten dan mudah dirawat.
  • Interkoneksi aplikasi internal. Website publik, Documenta Sign untuk tanda tangan online, DMS untuk arsip dan manajemen dokumen, Documenta ERP, dan PatuhPro sebagai ruang kerja tim legal kami rancang sebagai satu ekosistem yang saling terhubung, bukan aplikasi yang berdiri sendiri-sendiri. Data dan dokumen mengalir antar sistem, sehingga tim tidak lagi memindahkan berkas secara manual dari satu aplikasi ke aplikasi lain.
  • Pencarian dokumen pemerintahan dan regulasi yang dipermudah. Regulasi dan dokumen pemerintahan kami tata ke dalam Pusat Data dan basis pengetahuan yang bisa dicari berdasarkan kategori dan kebutuhan, termasuk peta regulasi dan notifikasi perubahan di PatuhPro. Dokumen yang tadinya harus diingat letaknya, sekarang cukup dicari.
  • Project management untuk tim dan klien. Alur kerja tim kami pindahkan ke dalam PatuhPro: dashboard pekerjaan, pengelompokan klaster, riwayat aktivitas, peninjauan dokumen, penyusunan draf legal, sampai opini hukum. Untuk klien, progres pengurusan mereka bisa diikuti lewat fitur project tracking, tanpa perlu bertanya lewat chat.
  • Tanda tangan online. Lewat Documenta Sign, proses penandatanganan dokumen yang tadinya mengharuskan berkas berpindah tangan dan berpindah kota kami buat selesai secara online, terhubung langsung dengan dokumen dan proyek yang sedang berjalan.
  • Tools mandiri untuk publik. Cek merek, cek profil perusahaan (AHU), cek kesesuaian KBLI, dan kalkulator pendirian PT serta pajak kami sediakan gratis, supaya pertanyaan dasar calon klien terjawab instan dan tim Documenta menerima prospek yang sudah punya konteks.

Hasil

Hari ini documenta.id berjalan dalam tujuh bahasa dengan lebih dari 11.000 halaman terindeks, melayani katalog 15 layanan lebih, ribuan artikel edukasi hukum, dan tools yang dipakai calon klien setiap hari. Documenta sendiri telah melayani lebih dari 12.000 klien.

Yang berubah paling mendasar adalah cara tim bekerja. Aplikasi yang dulu terpisah sekarang terhubung dalam satu ekosistem, dokumen regulasi bisa ditemukan dalam hitungan detik, proyek tim terpantau dari satu dashboard, dan dokumen bisa ditandatangani tanpa menunggu siapa pun berada di ruangan yang sama. Buat klien asing, Documenta juga berhenti terasa seperti firma lokal: mereka membaca, menilai, dan memulai dalam bahasa mereka sendiri. Itulah bedanya website dan platform. Website menjelaskan bisnis Anda. Platform menjalankan bisnis Anda.