Tantangan
Konsultan menjual satu hal: pengalaman. Calon klien korporat tidak membeli janji, mereka membeli bukti bahwa persoalan seperti punya mereka pernah diselesaikan sebelumnya. Artinya, aset terpenting perusahaan konsultan adalah rekam jejaknya.
Tetapi rekam jejak juga aset yang paling sulit disajikan. Daftar pengalaman yang panjang cenderung berubah menjadi dinding teks: barisan nama klien, tahun, dan proyek yang melelahkan dibaca dan mustahil dinilai dalam waktu singkat. Akibatnya paradoks yang menyakitkan: semakin berpengalaman sebuah firma konsultan, semakin sulit pengalamannya dipahami. Pengunjung yang hanya punya beberapa menit untuk menilai tidak menemukan pengalaman yang relevan dengan industrinya, lalu pergi membawa kesan yang jauh lebih kecil dari kenyataannya.