Legal · 2026

Platform manajemen kantor hukum dan portal klien

BRHP Law Firm bukan sekadar company profile. Kami membangunnya sebagai platform manajemen kantor hukum yang utuh: website publik dua bahasa untuk keahlian dan rekam jejak firma, portal bagi klien untuk mengecek status perkara, serta sistem internal dengan dashboard admin, advokat, dan klien yang mengelola perkara tujuh tahap, jadwal pengadilan, dokumen dan tanda tangan digital, konsultasi, karier, dan notifikasi WhatsApp.

brhplaw.id
Tampilan website BRHP Law Firm
Tampilan website BRHP Law Firm, 2026.

Tantangan

BRHP Law Firm, Bella Rihandita & Partners, adalah firma hukum Jakarta dengan praktik litigasi dan non-litigasi yang lebar: PKPU dan kepailitan, perdata, pidana, perizinan dan OSS, legal opinion dan due diligence untuk akuisisi dan IPO, pasar modal, sampai naskah akademik untuk instansi pemerintah. Website firma hukum biasa hanya mampu memajang daftar seperti itu, dan semuanya berakhir terlihat sama.

Tetapi tantangan BRHP jauh lebih besar dari tampilan. Klien korporat ingin transparansi: perkara saya sudah sampai tahap apa, sidang berikutnya kapan, dokumen apa yang harus saya lengkapi. Di dalam firma, advokat dan admin mengelola perkara, jadwal pengadilan, dokumen, jam kerja yang dapat ditagih, konsultasi, dan rekrutmen. Kalau semua itu berjalan di chat, spreadsheet, dan ingatan masing-masing orang, firma yang sedang tumbuh akan kewalahan oleh operasionalnya sendiri. BRHP membutuhkan satu platform yang bekerja sekaligus sebagai wajah publik dan mesin operasional firma.

Pendekatan

Kami membangun BRHP sebagai platform full-stack dengan tiga dashboard berdasarkan peran, admin, advokat, dan klien, di atas website publiknya:

  • Website publik sebagai etalase keahlian. Halaman publik dua bahasa, Indonesia dan Inggris, menampilkan pengalaman litigasi dan non-litigasi sebagai unit kasus yang konkret, spesialisasi firma, profil partner dan tim advokat, serta insights atau blog hukum. Calon klien menilai firma dari bukti penugasan nyata, bukan dari klaim generik.
  • Manajemen perkara dengan lifecycle tujuh tahap. Setiap perkara berjalan melalui tujuh tahap yang terstruktur, lengkap dengan nomor perkara otomatis, timeline dan aktivitas, tasks, serta data contenders atau pihak lawan. Perubahan tahap memicu notifikasi, sehingga posisi perkara selalu bisa ditelusuri.
  • Portal klien dan cek status perkara. Klien dapat mengecek status perkaranya secara publik dengan nomor perkara, dan setelah masuk melihat dashboard My Cases berisi progress bar, timeline, dokumen, jadwal pengadilan, serta riwayat versi dokumen. Transparansi yang biasanya harus ditanyakan lewat telepon kini bisa dilihat sendiri.
  • Court dan docket management. Yang dikelola bukan hanya perkaranya, tetapi juga pengadilannya: direktori courts, docket berisi tanggal dan agenda sidang, kalender berwarna berdasarkan jenis acara, sidang, konsultasi, tenggat, rapat, dan tugas, serta pengingat sidang otomatis.
  • Dokumen dan tanda tangan digital. Dokumen perkara diunggah dengan versioning, diminta ke klien lewat document requests, dan dibuat dari template lewat document assembly yang menghasilkan dokumen nyata. Tanda tangan dilakukan secara digital lewat halaman signing bertoken dengan masa berlaku, tanpa mencetak dan memindai.
  • Komunikasi yang menempel pada perkara. Klien dan advokat berkomunikasi lewat messaging aman per-case, didukung notifikasi in-app, email SMTP yang dapat diatur per firma untuk pembaruan tahap, konsultasi, dokumen, dan penutupan perkara, serta integrasi WhatsApp dari dashboard admin untuk pengingat sidang otomatis.
  • Konsultasi dan intake leads. Pengunjung dapat memesan konsultasi yang kemudian ditugaskan dan dilacak statusnya dengan catatan internal. Formulir kontak publik masuk sebagai intake leads dengan status berjenjang, dari baru sampai converted atau closed, sehingga tidak ada calon klien yang hilang di inbox.
  • Karier dan ATS bawaan. Rekrutmen tidak dipisahkan ke platform lain: halaman careers publik menampilkan lowongan, kandidat melamar dengan mengunggah resume, melacak status lamarannya dengan email dan token, dan admin mengelola pelamar sampai penjadwalan interview online maupun offline.
  • Kendali operasional untuk admin. Dashboard admin merangkum analytics pendapatan, billable hours, tingkat penutupan perkara, dan statistik pengguna, ditambah time tracking jam kerja yang dapat ditagih, audit log untuk setiap perubahan data, serta pengelolaan user, konten situs, dan pengaturan firma.

Hasil

BRHP kini berjalan di atas satu platform dari ujung ke ujung. Di depan, calon klien dan kandidat menilai firma dari rekam jejak, tim, dan lowongan yang terbuka. Di tengah, klien mengikuti perkaranya sendiri, menandatangani dokumen, dan berkomunikasi dengan advokatnya tanpa menunggu balasan manual untuk setiap pertanyaan status. Di belakang, admin dan advokat mengelola perkara, docket pengadilan, waktu, dan dokumen dari dashboard masing-masing.

Buat firma hukum, inilah beda antara punya website dan punya sistem. Website menjawab pertanyaan siapa kami. Platform BRHP menjawab sekaligus pertanyaan berikutnya dari klien yang sudah percaya: perkara saya sekarang sampai di mana, dan apa langkah selanjutnya.