Tantangan
Tim yang melayani pelanggan lewat WhatsApp biasanya bekerja dengan perangkat yang tercecer. Percakapan ada di ponsel pribadi, kontak dicatat di spreadsheet, tindak lanjut diingat di kepala atau grup chat internal, tugas diatur di aplikasi lain, invoice dibuat di tempat lain lagi, dan konten media sosial dijadwalkan dengan alat yang berbeda. Setiap perpindahan alat adalah kesempatan data hilang dan konteks percakapan putus.
Masalahnya membesar bersama tim. Pelanggan yang sama ditangani banyak orang tanpa riwayat yang utuh, pesan masuk tidak jelas pemiliknya, dan manajer tidak punya satu layar untuk melihat beban kerja serta posisi setiap tindak lanjut. Menambah alat baru tidak menyelesaikan masalah, karena setiap alat membawa basis datanya sendiri. Yang dibutuhkan adalah satu ruang kerja tempat percakapan pelanggan menjadi pusatnya, dan semua pekerjaan lain menempel pada percakapan itu.